Bidiknews,Tanggamus Lampung : Seni adalah mahakarya yang tidak bisa di nilai berdasarkan sebuah pemikiran egoistik,namun seni hanya dapat di nilai berdasarkan rasa melalui hati dan jiwa.
1985 lahirlah sebuah Organisasi Pelukis di Tanggamus yang di beri nama PETA ( Pelukis Tanggamus ) dengan sang inosiator Nurbaito.
Baru baru ini PETA bangkit dengan menggelar Pameran lukisan yang di ikuti oleh para seniman lukis diantaranya ” Nurbaito,Rudi rido boy,zefri santoso,ongky sanjaya dan Kang Lux.
Gebrakan tersebut di lakukan di gedung serba guna pekon Gisting Bawah 15 s/d 21 mei 2024 dengan tema ” Menembus Isolasi Tanggamus.
Tema yang di suguhkan sungguh exsentrik ” Menembus Isolasi Tanggamus “,sebuah kalimat yang cukup dalam dan tajam untuk di artikan.
Menembus berasal dari kosakata Tembus yang berarti terobos jika kata tembus menggunakan awalan di (ditembus)memiliki arti telah terjadi terobos yang di lakukan oleh pihak ke dua atau ketiga yang di lakukan secara sengaja,namun jika awalan nya ter ( tertembus) memiliki arti telah terjadi terobos yang di lakukan baik sengaja ataupun tidak sengaja oleh siapapun itu.
Lalu bagaimana dengan makna Menembus jika di lihat dari kontruksi judul nya arti makna Menembus adalah sebuah usaha untuk mendobrak atau membongkar paksa sebuah system yang tidak berkeadilan.
Sedangkan Isolasi adalah sebuah ruang tertutup yang lebih kejam dari penjara.
Jadi jika di rangkum maka tema para seniman lukis kali ini adalah sebuah usaha keluar dari ruang tertutup yang selama ini memenjara mereka,23 mei 2024.
Rudi ridho boy salah satu pelukis menjelaskan ” Kami ada ” maksud kami ada itu sebuah Ironi kepada pemerintah daerah kabupaten Tanggamus.
Kenapa bahasa ironi itu harus ada sebab Tanggamus banyak sekali pelaku pelaku seni namun keberadaan kami para insan seni seperti mahluk halus ada namun tidak terlihat.
Libatkan kami dalam kegiatan kalian, jangan apa apa orang luar,kalian butuh apa? Pemusik,Penari,Pelukis,Penulis,Sastrawan,Budayawan,Insan Teater,Youtuber,Penyanyi,Seniman Bonsai dan masih banyak lagi kesemuanya itu ada di kabupaten Tanggamus ini.
Setiap event besar kabupaten ini selalu orang luar yang tampil sedangkan kami menjadi penonton di rumah kami sendiri dan itu kami rasakan dari tahun ke tahun sampai dengan detik ini.
Kegiatan yang kami lakukan positif kok,bagaimana kami mengedukasi kepada para pengunjung pameran tentang apa itu jenis lukisan Realis dan Suryalis dan semua ini ada nilai pendidikan,seni budaya dan pariwisata.
Dan pemerintah daerah juga jangan hanya membuat event yang hanya bicara tentang hegemoni sementara tapi sedikit sekali nilai nilai ilmu di dalam nya.
Kepada pemerintah daerah sekarang dan yang akan datang,rangkul kami jika ingin Tanggamus lebih maju.
BNP 017.



