BIDIKNEWS – INDONESIA // KABAR POLRI // POLRES BUNGO – Langkah strategis diambil Kepolisian Resor (Polres) Bungo di bawah komando AKBP Natalena Eko Cahyono, S.Kom., M.Si. Tidak hanya sekadar menertibkan antrean, Polres Bungo kini tengah menginisiasi sebuah gerakan kemanusiaan dan sosial melalui aplikasi “Bungo Prestasi” yang bertujuan menjamin kecukupan pasokan BBM bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bungo.
Langkah ini dipertegas melalui agenda rapat koordinasi yang tertuang dalam surat resmi Nomor: B / 1624 / XII / OPS.1.1. / 2025. Dalam pertemuan bersama seluruh pimpinan SPBU se-Kabupaten Bungo pada Senin (22/12/2025), Kapolres Bungo mengungkapkan rencana besar yang disambut antusias oleh para pengusaha.
Perjuangkan Tambahan Kuota Berbasis Data
Pada Januari mendatang, Kapolres berencana memboyong para pemilik SPBU ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Direktur Utama Pertamina/BPH Migas Pusat. Kapolres menegaskan bahwa aplikasi “Bungo Prestasi” bukan sekadar alat pengatur antrean, melainkan instrumen penyedia data real-time mengenai kebutuhan BBM di lapangan.
“Januari nanti kami bersama pemilik SPBU se-Kabupaten Bungo akan ke Jakarta menemui pimpinan pusat untuk memaparkan fakta dan realita di lapangan melalui aplikasi ini. Kami berharap, lewat data transparan dari Bungo Prestasi, pihak pusat bisa melihat bahwa kebutuhan minyak di Bungo sangat tinggi sementara pasokan saat ini belum mencukupi,” ujar AKBP Natalena Eko Cahyono.
Beliau menambahkan bahwa target utamanya adalah agar SPBU di Bungo mendapatkan tambahan kuota pasokan BBM secara resmi dan transparan.
“Alangkah senangnya pengusaha SPBU jika bisa mendapat tambahan kuota langsung tanpa biaya tambahan (tanpa uang). Pihak pusat tinggal melihat data di aplikasi: ‘Oh, kebutuhan di Bungo sekian, pasokan kurang sekian’, maka kuota harus ditambah agar kebutuhan masyarakat tercukupi,” tegasnya.
Murni Kegiatan Kemanusiaan untuk Rakyat
Kapolres menekankan bahwa inovasi ini murni lahir dari kepedulian sosial untuk meminimalisir dampak negatif antrean panjang dan kelangkaan BBM yang selama ini meresahkan warga.
Jika proyek percontohan di Bungo ini sukses, sistem ini diproyeksikan untuk diperluas ke seluruh wilayah Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan).
“Ini benar-benar murni kegiatan kemanusiaan untuk memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat luas. Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh warga masyarakat Bungo agar upaya ini diberikan kemudahan dan benar-benar membawa manfaat nyata bagi rakyat Bungo, Jambi, dan Indonesia,” tutup Kapolres dengan penuh optimisme.
Melalui sinergi antara teknologi dan diplomasi kepolisian ini, Polres Bungo optimis dapat menghadirkan solusi permanen bagi masalah BBM, sekaligus menjaga stabilitas Kamtibmas jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Polres Bungo Melayani dengan Hati, Berinovasi dengan Teknologi. POLRI UNTUK MASYARAKAT
BNP.008



