BIDIKNEWS-INDONESIA // KABAR DAERAH JAMBI – 23 Desember 2025; Provinsi Jambi yang selama ini dikenal sebagai “Negeri Beradat, Negeri Beradab” kini tengah menghadapi tantangan moral yang serius di tengah arus modernisasi dan digitalisasi.
Forum komunikasi warga, salah satunya Grup WhatsApp “JAMBI MENGGAPAI KEADILAN”, mendadak heboh menyusul diskusi hangat mengenai maraknya tempat maksiat dan perilaku menyimpang yang kian terbuka.
Sorotan tajam muncul ketika admin forum tersebut, Bg Fiet Haryadi, memberikan pernyataan tegas dalam diskusi grup.
Menanggapi keresahan anggota mengenai situasi terkini di Jambi, ia menyebutkan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan degradasi moral yang memprihatinkan. “Jambi juga makin parah,” ungkapnya singkat namun sarat makna saat merespons pertanyaan mengenai fenomena LGBT di wilayah tersebut.
Maksiat Berkedok Hiburan Keluarga
Hasil pantauan dan aspirasi masyarakat di dalam forum tersebut mengungkapkan kekhawatiran terhadap menjamurnya tempat-tempat prostitusi yang diduga kuat berlindung di balik kedok “Karaoke Family”. Praktik ini dianggap telah mengkhianati nilai-nilai luhur Melayu Jambi yang religius dan kental dengan adat istiadat.
Tak hanya prostitusi, fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biskesual, dan Transgender) pun kini disebut-sebut mulai masuk ke berbagai lapisan sosial, mengancam fondasi keluarga di Jambi.
Arus digitalisasi memang membawa, kecanggihan, namun jika tidak dibarengi dengan filter iman dan kontrol sosial yang kuat, ia menjadi pintu masuk bagi gaya hidup bebas yang merusak. Fenomena ini bukan lagi sekadar isu, melainkan ancaman nyata yang ada di depan mata.
Tokoh-tokoh masyarakat dalam forum tersebut menyerukan pesan penting bagi seluruh warga Jambi:
• Perketat Pengawasan Terhadap Anak: Orang tua diminta lebih waspada terhadap perubahan perilaku anak dan dengan siapa mereka bergaul di dunia nyata maupun dunia maya.
• Bentengi Keluarga dengan Agama: Menjaga istri dan anak-anak dari pengaruh buruk pergaulan bebas, bahaya narkotika, serta penyimpangan orientasi seksual (sesama jenis).
• Kembali ke Jatidiri Adat: Menghidupkan kembali seloka “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah” dalam kehidupan sehari-hari agar Negeri Bertuah ini tidak kehilangan keberkahannya.
Semua ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, untuk tidak menutup mata terhadap tempat-tempat hiburan yang menyalahi izin dan norma.
” Jangan sampai kemajuan teknologi justru menjadi sarana penghancur generasi muda Jambi, Mari Jaga Anak Cucu Kita. Jangan Biarkan Negeri Beradat Ini Tenggelam dalam Kemaksiatan.” Ujar admin forum Jambi Menggapai Keadilan Fiet Haryadi
Sumber:
Forum Diskusi Grup Jambi Menggapai Keadilan
(Tim Liputan Khusus BNP)



