BIDIKNEWS – INDONESIA // Liputan Khsus BIDIK // Rantau Pandan-BUNGO – Kejahatan lingkungan di Kecamatan Rantau Pandan telah mencapai titik nadir yang mengkhawatirkan. Tak lagi sekadar merusak sungai, aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kini mengancam keselamatan siswa dan aset negara.
Menurut sumber yang dapat dipercaya dia enggan disebutkan nama nya menyatakan, untuk wilayah rantau pandan ini ada belasan unit alat berat Excavator yang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI). 6 hingga 7 unit excavator beroperasi secara brutal berjarak ±50 Meter dari gedung sekolah SMA Negeri 8 Rantau Pandan.
Gedung Sekolah Mulai Rengkah, Siswa Terancam!! Dampak dari kerukan alat berat yang membabi buta di pinggir sungai mulai terlihat nyata. Sumber terpercaya menyebutkan bahwa dinding gedung SMAN 8 Rantau Pandan kini sudah mulai mengalami keretakan (rengkah) akibat abrasi lahan dan getaran dari aktivitas alat berat.
”Tanah di pinggir dinding sekolah sudah mulai tergerus. Kalau ini dibiarkan, tidak lama lagi gedung sekolah akan ambruk. Kami sangat cemas,” ujar sumber warga rantau pandan dengan nada takut cemas,
Informasi yang dihimpun tim liputan Bidiknews – Indonesia mengungkap fakta mengejutkan sekaligus miris. Alat berat yang bekerja di lokasi tersebut diduga kuat milik oknum Aparat Penegak Hukum (APH). Meski pemilik aslinya disebut jarang terlihat di lokasi, aktivitas operasional sepenuhnya dikendalikan oleh anggotanya di lapangan.
Tak hanya itu, oknum Datuk Rio (Kepala Desa) setempat juga disebut-sebut ikut “andil bagian” dalam mengkordinasikan atau memberikan izin masuknya alat berat tersebut. Warga pemilik kebun di sekitar lokasi kini hidup dalam kecemasan, takut lahan mereka ikut dikeruk tanpa daya untuk melawan karena adanya keterlibatan oknum berseragam di belakangnya.
Kondisi ini menjadi ujian nyata bagi keberanian dan integritas Aparat Penegak Hukum di Jambi. Khusunya Kapolres Bungo dan Kapolsek Rantau Pandan. Publik bertanya-tanya: Apakah hukum masih tegak jika pelakunya adalah bagian dari mereka sendiri?
”Kami menantang keberanian Kapolres Bungo dan Kapolda Jambi untuk melakukan tindakan nyata. Jangan hanya diam melihat fasilitas pendidikan hancur dan rakyat ketakutan. Jika memang serius, tangkap pelakunya dan sita alat beratnya, siapapun pemiliknya!” Tegas Redaksi Bidiknews
Warga masyarakat mendesak Bupati Bungo dan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk segera turun ke lapangan meninjau kondisi gedung SMAN 8 Rantau Pandan sebelum jatuh korban jiwa. Copot pejabat desa dan kecamatan yang membiarkan kerusakan ini terjadi di depan mata mereka.
Catatan Redaksi:
Laporan investigasi ini akan kami teruskan secara resmi ke Divisi Propam Polri dan Mabes Polri untuk memastikan dugaan keterlibatan oknum APH di Rantau Pandan diusut tuntas. Bidiknews tidak akan mundur sejengkal pun demi kebenaran. (BNP.008 -EKA LARKA)



