BIDIKNEWS – INDONESIA // MUARA BUNGO – Kondisi memprihatinkan di Pasar Bawah kini berubah menjadi bola salju yang menyeret persoalan transparansi anggaran di Kecamatan Pasar Muara Bungo.
Gunungan sampah yang telah dua hari terbengkalai tidak hanya merusak penciuman warga, tetapi juga menguak dugaan ketidakberesan manajemen di bawah kepemimpinan Camat yang dituding abai.
Jeritan Pedagang: “Omset Kami Mati Karena Bau Busuk! ”
Kepada awak media BidikNews, Imel pedagang minuman yang lokasinya bertetangga langsung dengan gunungan sampah meluapkan kekesalannya. Ia menyebutkan bahwa kenyamanan pelanggan adalah modal utamanya, yang kini hancur karena aroma menyengat.
”Sudah dua hari ini sampah menumpuk Pak, aroma busuknya sangat menyengat apalagi tumpukan sampahnya ada di dekat dagangan minuman kami. Ini sangat berdampak sekali kepada hasil omset penjualan kami, pelanggan enggan duduk karena aroma busuk yang mengganggu. Sudah sering kami sampaikan kepada Pak Camat Pasar, namun Camat-nya abai, lalai, dan tak bertanggung jawab,” cetus Imel.
Ormas BIDIK: Desak Audit Total dan Pertanyakan Temuan BPK
Menanggapi keluhan masyarakat dan fakta di lapangan, Ormas BIDIK melalui pernyataan resminya mengeluarkan kecaman keras. Mereka menyoroti ketimpangan antara besarnya anggaran yang dikelola Kecamatan Pasar dengan realita kebersihan di “Jantung Kota” Muara Bungo tersebut.
”Perlu diketahui, dari 17 kecamatan di Kabupaten Bungo, anggaran dana di Kecamatan Pasar Muara Bungo adalah yang paling besar. Namun, mana hasilnya? Kenapa jantung kota justru kumuh dan tidak memiliki lahan khusus untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang representatif?” tegas eka larka Koordinator Wilayah Pimpinan Pusat Ormas BIDIK.
Lebih jauh, Ormas BIDIK menyinggung catatan merah dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Wilayah Jambi.
”Kami ingat ada temuan BPK di Kecamatan Pasar Muara Bungo. Pertanyaannya, apakah kerugian negara tersebut sudah dikembalikan atau belum sama sekali? Ini menyangkut uang rakyat!”
Tidak main-main, Ormas BIDIK menyatakan akan mengambil langkah persuasif yang tegas dalam waktu dekat.
“Tunggu Senin nanti, akan kami datangi dan pertanyakan langsung kepada Camat Pasar mengenai realisasi anggaran setiap tahunnya. Kami ingin tahu dikemanakan saja dana besar itu jika masalah dasar seperti sampah saja tidak tuntas,” tambahnya.
Analisis Tajam: Dimana Urgensi Pengelolaan?
Sangat ironis melihat sebuah kecamatan dengan Pagu Anggaran tertinggi justru gagal menyediakan infrastruktur dasar seperti TPS. Hal ini menggiring opini publik pada dua kemungkinan, ketidakmampuan manajerial atau adanya dugaan penyalahgunaan anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk penataan lingkungan!!
Pemerintah Kabupaten Bungo dan Dinas Kebersihan kini berada di bawah mikroskop publik. Jika tidak segera ada tindakan pembersihan dan klarifikasi anggaran, maka mosi tidak percaya masyarakat terhadap aparat kecamatan akan semakin meluas.
Redaksi Kabar Media / BidikNews
