Bidiknews liputan khusus indonesia : Tanggamus Lampung : Pertarungan politik kepala daerah yang sejatinya lahir dari rakyat akan di porak poranda oleh oknum oknum tak bertanggung jawab yang mengatas namakan rakyat.
Nilai nilai demokrasi yang seharusnya berdiri tegak kini mulai di nodai oleh mereka yang haus akan kekuasaan pastinya miskin ide dan gagasan.
Kerawanan politik mulai tercium sejak sekarang di konselasi pilkada kabupaten Tanggamus Lampung. 3 September 2024.
Yusuf salah satu masyarakat Tanggamus menanggapi perihal keberadaan sebuah banner di kecamatan kota agung timur tepat nya di kisaran batu kramat dengan banner bertuliskan ” AWAS !!! TIKUNGAN TAJAM,Jangan LURUS Kalo Gak Mau TERJERUMUS * EMOH SALAH PILIH* ` Nikamati Pemandangan bikin ASIK di Jalan,tetap fokus dan LANJUTKAN “.
Norak serta miskin ide dan gagasan adalah kalimat yang tepat di berikan kepada mereka yang punya ide tulisan di banner tersebut.
Sekarang mari kita bedah kalimat perkalimat dari tulisan yang ada di banner tersebut,
1: AWAS !!! Sebuah kalimat pemberitahuan akan sebuah bahaya bertujuan sebagai peringatan.
2: Tikungan Tajam : kalimat yang berisi dua kosakata yang berarti ada sebuah jalan yang berbahaya jika tidak hati hati.
3: Jangan Lurus : Jangan Lurus berarti sebuah kalimat pemberitahuan yang situ tidak boleh Lurus sebab jika lurus bisa berbahaya.
4: Kalo Gak Mau Terjerumus : di kalimat ini sungguh menarik ” Kalo gak mau terjerumus,kalimat terjurumus ini makna nya dalam,sebab tidak ada sambungan kata terjerumus yang bermakna baik,kata terjerumus lebih menitik beratkan pada makna negative.
5: Emoh Salah Pilih : emoh ini bahasa daerah yang di maknai tidak mau,jika di sambungkan maka berarti tidak mau salah pilih.
Dari uraian 5 kalimat di atas jika kita ambil point nya ada sebuah peringatan keras untuk berhati hati sebab jika ambil jalan yang lurus maka akan terjerumus.
Lalu ada kalimat tambahan di banner bagian bawah : ” Nikmati pemandangan bikin ASIK di jalan,tetap fokus dan Lanjutkan”.
Kalimat di atas sebuah kode dari petahana dari mana kita membaca nya kalimat ASIK dan LANJUTKAN sebab dua kalimat itu milik dari paslon Hj Dewi Handjayani.
Dari semua kalimat tersebut lebih kepada upaya untuk mencari simpati dengan cara menjelek jelekkan yang lain menggunakan bahasa majas ironi namun secara politik itu termaksud dalam black campaint.
Cara cara tersebut menurut saya sangat norak dan ndeso,masyarakat Tanggamus itu sudah cerdas dalam menentukan pilihan nya maka jangan membangun diksi disksi yang malah merugikan diri sendiri.
Sebab yang saya tau maksud dari jalan lurus itu bukan kepada jalanan yang lurus akan tetapi kepada niatan,perbuatan,hati serta pikiran yang lurus untuk kabupaten Tanggamus namun secara agama nya Jalan Lurus sama saja Jembatan Shiratal MustaQim yang siapapun kita pasti akan melewati nya,intinya Jalan Lurus memiliki niat memperbaiki Tanggamus dengan cara yang baik baik atau dengan Jalan yang Lurus bukan berbelok belok.
Jadi sudahlah jangan membuat kisruh,kalau ada masyarakat memang berkehendak ingin gantian untuk Bupati mereka kita hargai dan yang ingin lanjutkan silahkan.
Jika leadernya singa maka sekawanan domba pun akan mengaum seperti singa,namun jika leader nya domba maka sekawanan singan pun akan mengembe bukan mengaum.
Kepada Bawaslu Kabupaten Tanggamus cermat dan teliti terhadap banner kampanye yamg bersifat adu domba seperti ini.
BNP 017.



