BIDIKNEWS-INDONESIA | Lintas Daerah, Lampung, Indonesia : Kemeriahan pesta demokrasi yang seharusnya selesai 27 November 2024 kemarin ternyata masih menyisakan PR bagi Semuanya.
1 ; Diam diam dari 13 Kabupaten 2 Kota di Provinsi Lampung,terdapat 5 Kabupaten yang mengajukan Gugatan ke Makhkamah Konstitusi ( Pesawaran,Mesuji,Pesisir Barat,Tulang Bawang dan Way Kanan ).
Belum di ketahui pasti materi Gugatan yang di Layangkan.
2 ; Rendahnya Tingkat Partisipasi Masyarakat untuk datang ke TPS.
3 ; Banyak yang mengaku Pahlawan bagi yang menang dan menyalahkan bagi yang kalah. 6 Desember 2024
Bidiknews liputan Khusus mencoba mengupas itu bersama tokoh muda politik asal Lampung Barat ( M.Rudi ), ia menuturkan ” Pesta Belum Usai ” sebab kancah demokrasi pemilihan kepala daerah sekarang sungguh menyajikan hidangan ala warung makan tegal.
Terbukti warna warni demokrasi yang berjalan di Lampung sungguh unik contoh kecil nya Lampung Barat,masyarakat harus memilih Antara Petahana melawan kotak kosong,walau akhirnya dimenangkan Petahana namun dengan lawan kotak kosong berarti ada apa dengan Politik Lampung Barat?
Beberapa daerah mengajukan Gugatan ke MK berarti Masih ada yang harus di selesaikan oleh Penyelenggara,walau itu lumrah dalam pertarungan politik pasti akan ada yang menang dan kalah,tinggal kita lihat isi dari Gugatan nya terkait apa? Kan MK memiliki hak untuk menolak setiap gugatan tersebut.
Rendah nya partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS,mencoblos tapi suara rusak? Ini juga harus menjadi PR banyak pihak,baik itu Penyelenggara,partai politik,unsur pemerintah dan kesadaran masyarakat itu sendiri,pertanyaan kepada siapa permasalahan itu di sandarkan?
Sebab ada faktor lain terkait rendah nya partisipasi masyarakat yaitu salah satu penyebab nya Minim nya serangan Fajar,sebab masyarakat kita ini sudah terbiasa dengan serangan fajar nah sekarang yang melakukan serangan fajar sangat minim jadi mungkin timbul rasa ogah untuk datang ke TPS.
Tapi itu bagus jika tingkat kehadiran masyakarat rendah misalkan yang hadir hanya 70% berarti 70% itu benar benar berpikir betapa pentingnya pemilu demi keberlangsungan suatu daerah.
Nah PR yang berikutnya terjadi juga untuk yang menang maupun yang kalah.
Kalo yang menang maka akan muncul banyak sekali pahlawan bertopeng yang dengan Lantang mengatakan ” Kalo gak ada saya,Kalo saya gak turun,kalo gak,kalo gak yang lain seakan akan dia yang paling berperan dan berjasa dengan tujuan supaya di lihat Sang Pemenang.
Sedangkan sejati nya kemenangan itu selain karena Kemampuan membaca situasi arah angin politik dan membuat rumusan strategi,namun ada magnet lain yang berpengaruh seperti kekuatan system berskala besar dan gerakan doa masyarakat yang tidak tercatat dalam buku team pemenangan.
Konseptor berkerja di balik meja,Panglima memimpin prajurit bertempur dengan di berikan senjata namun banyak kekuatan akar rumput tanpa senjata lengkap bergerak tanpa perlu tercatat.
Sedangkan di kubu yang kalah biasanya akan diam dalam tatapan seribu tanya jika dia ksatria akan mengakui kekalahan nya jika tidak puas maka akan berjuang sampai akhir penentuan hukum.
BNP 017.



