Bidiknews lipsus indonesia : Way Krui,Lampung Tengah,Lampung ; Bingung,sedih namun harus semangat.
Kalimat itulah yang selalu jadi slogan bagi seorang kepala desa yang berada di perbatasan antar kabupaten.
Desa terujung di sebuah wilayah memang terkadang kurang mendapatkan perhatian baik itu bagi pemerintah daerah provinsi,kabupaten juga wakil rakyat yang ada di kabupaten tersebut.
Way krui di sebut desa tertinggal juga tidak sebab dekat dengan keramaian kecamatan kalirejo lampung tengah, namun karena letak nya berbatasan dengan pekon waya krui kecamatan banyumas kabupaten pringsewu maka keberadaan desa/ Kampung tersebut kurang mendapatkan keadilan perhatian. Kamis 30 mei 2024.
Nasrulloh kepala kampung way krui menceritakan pada tahun 1933 ada masyarakat dari lampung barat yang berkelana mencari kehidupan sempat dari talang padang ke pagelaran terus ke pringsewu dan ketika di daerah H gholib mereka di arahkan ke way krui.
Tahun 1952 way krui membentuk pemerintahan kampung nya pertama kali di bawah kepemimpinan Baharudin.
Way Krui yang memiliki luas adminitrasi wilayah 900 000m2 ini 80% masyarakat nya adalah petani.
Jumlah masyarakat yang ada di kampung way krui tidak lah banyak hanya 223 Kepala Keluarga dan memiliki mata pilih 560 jadi hanya 1 TPS.
Kenapa jumlah masyarakat nya sedikit sebab banyak warga disini ketika mereka merantau mereka tidak pulang lagi namun menetap di perantauan dan itu terus berlangsung selama bertahun tahun.
Apakah itu semua terjadi karena kampung way krui yang seperti ini ya?
Sebagai pemimpin di kampung ini saya terus berusaha memperbaiki kekurangan yang ada di way krui dengan mengajukan proposal ke pemerintahan baik kabupaten maupun provinsi tapi semua nya nihil.
Atau jangan jangan nihil nya pengajuan proposal itu karena gak ada yang bawa,jadi gak di pikirkan bahkan extrim nya lagi proposal kami sudah jadi berkas yang berhantu.
Kami memiliki sumberdaya alam yang baik,pengairan cukup baik terbukti kolam kolam ikan di sini hasil ikan nya cukup baik dengan kualitas rasa ikan tawar yang enak seperti ikan nila,mas,lele dan patin.
Pertanian padi yang luas nya mencapai 260H masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan air untuk lahan sawah mereka,tapi kalo hujan cukup deras ya khawatir juga jika area persawahan terendam air.
Tapi ya itu,setiap tahun nya jumlah masyarakat kami yang berpindah domisili terus bertambah.
Sebagai kepala kampung ada beberapa point penyebab masyarakat berpindah?
1: Karena insfrastruktur jalan kami yang memang hancur parah,Sebab kalau hujan turun bukan lagi genangan air di jalan tapi jalan kabupaten yang ada di kampung kami seperti sungai baru dan itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan.
2: Andai 260H persawahan ini terdapat irigasi nya maka petani tidak perlu khawatir lagi akan sawah mereka sebab ukuran irigasi cukup panjang yaitu 4000m.
3: Yang membuat saya sedih adalah diantara kekuatan sumber daya alam kami di kampung kami masih ada 15 rumah warga yang tidak layak huni,pengajuan proposal bedah rumah baik itu ke kabupaten maupun provinsi sudah kami layangkan tapi ya itu nihil alias zonk.
Yang membuat kami sangat sedih lagi sekabupaten Lampung tengah ini satu satu nya kampung adat saibathin hanya ada di Way Krui,tapi nasib kami seperti ini.
Kepada Bupati Lampung Tengah terpilih nanti nya,Gubernur terpilih nanti nya,Dewan Kabupaten terpilih,Dewan Provinsi terpilih,Dewan RI Lampung 2 tolong bantu kami Masyarakat mu Di Kampung Way Krui Kecamatan Kalirejo Provinsi Lampung
BNP 017.



