Bidiknews liputan khusus ; Jakarta Indonesia : Pertarungan Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2024 telah selesai yang mana pasangan Prabowo Gibran telah di putuskan sebagai pemenang nya.
Pasangan tersebut mengusung Slogan Indonesia maju menuju Indonesia emas.
Kini konselasi politik kembali memanas di level provinsi dan kabupaten/kota yang di lakukan secara serentak.
Banyak kota kota besar bertarung memperebutkan kursi nomer satu di wilayah tersebut,seperti Jatim,Jateng,Jabar,DKI Jakarta,Banten,Lampung sampai ke Sumatera Utara _dan lain sebagainya dari sabang sampai merauke._
Lalu bagaimana partai Gerindra dalam menyiapkan gerbong di level Provinsi dalam menselaraskan program – program Prabowo Gibran kedepan. 21 juni 2024
_Soedarmanto SE ( Toink )_ Aktivis pergerakan HMI ini mencoba menjabarkan sudut pandang nya ” Existensi Oposisi “.
Menurutnya Oposisi itu kalimat yang masih bias,sebab keberadaan nya hanya ada di pucuk tidak sampai ke akar.
Oposisi itu berlaku hanya bagi para elit partai saja namun tidak bagi kader di bawah nya, contoh jika Oposisi itu di yakini dan di jalankan sesuai dengan fitrohnya maka seharusnya garis oposisi itu sampai ke bawah ( provinsi/kota/kabupaten), misalkan PDIP dan PKS memutuskan berada di luar pemerintahan maka sampai ke level Provinsi/kota/kabupaten partai tersebut tidak boleh berkoalisi dengan partai yang mendukung pemerintahan, tapi yang terjadi kan tidak seperti itu di atas oposisi di bawah koalisi _mungkin krn otonomi daerah_
Jadi jika memang mencintai negeri ini jangan ada lagi dendam dalam politik,sebab kalah menang dalam sebuah kompetisi itu hukum nya wajib.
Dan melakukan check and balancing itu tidak harus dari luar kok dari dalam aja bisa,itulah tugas para wakil rakyat di senayan sana.
Jadi Existensi politik yang di lakukan partai tertentu menurut saya hanya bentuk raga tapi ruh dan jiwa nya tidak ada.
Dan biasanya Jika ada partai A di puncak pemerintahan maka dampak ekor just politik nya akan sampai ke daerah juga.
Misal jawa timur partai Gerindra mengusung Khofifah maka peluang Khofifah jadi Gubernur jatim akan besar,lalu jawa tengah ada Sudaryono maka peluang Sudaryono di jawa tengah untuk menang juga sangat besar,begitu juga Lampung ada Rahmad Mirzani Djausal maka peluang RMD juga terbuka lebar itu semua di karenakan rakyat butuh pemimpin di daerah nya yang simetris dengan pemerintah pusat.
Exsistensi Oposisi hanya berlaku bagi mereka yang menyimpan dendam politik khusus nya para elit tertentu.
BNP 017



