BIDIKNEWS-INDONESIA | Liputan-Khusus Kegiatan Jumat Bersih (JUMSIH) yang rutin digelar di wilayah sekitar Cililin. kegiatan ini melibatkan kebersamaan antara Kecamatan Cililin, pemerintahan Desa Cililin, Babinsa, Polsek , dan elmen masyarakat setempat. dengan bersama sama gotong royong membersihkn sekitar taman alun alun Cililin dan area publik lain nya jum’at /06/12/2024.
Camat Cililin, Opa Mustofa, SH., bersama staf kecamatan turun langsung ke lokasi untuk memimpin kegiatan ini ia turut membersihkan rumput liar di pelataran alun-alun Cililin bersama babinsa dan anggota Kapolsek Cililin
Camat Cillin “Opa menyatakan, “Kegiatan ini rutin kami adakan setiap Jumat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan warga khusus nya wilayah kec Cililin namun sayangnya, kesadaran warga terhadap kebersihan masih kurang “tegasnya
Banyak yang belum merasa memiliki fasilitas publik seperti taman alun-alun, Little Medina, dan hamparan rumput sintetis yang telah kami upayakan bahkan, beberapa fasilitas mengalami kerusakan akibat ulah yang tidak bertanggung jawab
Opa juga menyoroti persoalan sampah yang menjadi tantangan besar di wilayah Jawa Barat, termasuk Cililin. “Kami berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi pengolahan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, Cililin bisa menjadi daerah yang bebas dari masalah sampah,” ungkapnya
Di tempat yang sama, Kepala Desa Cililin, Tedi Kusnadi, SH., memberikan apresiasi atas sinergi lintas instansi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Namun, ia juga menyoroti permasalahan jalan rusak di tengah kota yang belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah provinsi.
“Permasalahan jalan ini telah kami ajukan sejak setahun lalu saat Bupati Arsan Latip masih menjabat. Namun, hingga kini belum ada realisasi. Kondisi jalan yang rusak mengganggu kenyamanan dan keindahan wilayah. Kami memahami keresahan masyarakat, tetapi perlu diketahui bahwa status jalan tersebut adalah jalan provinsi, sehingga kewenangan perbaikannya ada di pemerintah provinsi, bukan desa,” jelas Tedi.
Selain jalan, ia juga menyoroti masalah gorong-gorong yang kerap tersumbat oleh sampah, terutama saat musim hujan. “Gorong-gorong ini perlu segera diperbaiki agar tidak menyebabkan banjir akibat meluapnya air,” tambahnya.
Polemik TPA Sarimukti dan Inisiatif SolusiTerkait rencana penutupan TPA Sarimukti, Tedi turut menyampaikan kekhawatirannya. “Kami berharap pemerintah segera menyediakan tempat alternatif untuk pengelolaan sampah agar dampaknya tidak meluas,” ujarnya.(red.)
BNP-Red-020



