BIDIKNEWS-INDONESIA, Berita BIDIK, Berdasarkan keterangan serta informasi yang diperoleh dari warga masyarakat terkait adanya dugaan mark-up pada kegiatan ketahanan pangan Desa Penyangkak kecamatan Air Besi kabupaten Bengkulu Utara.
Pada kamis 17 juli 2025, pihak ormas bidik melakukan investigasi kelapangan dan ditemukan beberapa temuan yang menjadi dugaan; diantaranya banyaknya bebek yang mati jumlahnya mencapai ratusan ekor dikarenakan kuat dugaan tidak menggunakan vaksin dan pakan ternak tidak mengunakan dedak padi, melainkan scam padi campur jagung dan Pur.
Terkait dugaan tersebut, Ketua Ormas Bidik provinsi Bengkulu Zamhori Haryanto meminta kepada Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum
di Kabupaten Bengkulu Utara agar turun langsung kelapangan untuk menindaklanjuti perihal tersebut.


“Dari hasil pantauan tim saya dilapangan menurut keterangan masyarakat kerugian pemerintah mencapai puluhan juta rupiah, dari angka kematian bebek mencapai 35%, melalui keterangan masyarakat Ketahanan pangan desa Penyangkak kec. Air Besi memiliki dana cukup pantastis sebesar Rp 140 JT , kandang bebek tidak sesuai dengan kriteria dan spek yang ada,” Ungkap Ketua Ormas Bidik provinsi Bengkulu.
Lebih lanjut, Ketua Ormas Bidik provinsi Bengkulu ini pun menyampaikan dari Keterangan masyarakat desa Penyangkak seharusnya kandang bebek memiliki lampu penerangan tersendiri.
“Dari keterangan masyarakat bahwa kandang bebek tidak memiliki lampu penerangan tersendiri, bukannya melakukan penyambungan lampu dari rumah warga desa, sedangkan jumlah bibit bebek jantan 50 , betina 250 total 300 ekor, sedangan temuan tim Ormas Bidik dilapangan bibit ternak bebek banyak yang mati mencapai 30% dari total yang ada, ” ucapnya. (red)
BNP.Red-004



