BIDIKNEWS – INDONESIA // BERITA POLRI // POLRES BUNGO – Keberhasilan penangkapan bandar perempuan inisial WNA oleh Tim Satresnarkoba Polres Bungo di Pelepat Ilir pada Selasa malam (02/12) bukan hanya sebuah prestasi, namun merupakan gerbang pembuka menuju pemutusan mata rantai peredaran narkotika yang lebih besar di Kabupaten Bungo.
Publik Bungo, khususnya warga Kecamatan Pelepat Ilir yang sudah lama gerah, kini menanti tindak lanjut tegas dari kepolisian.
Fokus perhatian telah beralih sepenuhnya pada sosok yang disebut-sebut oleh WNA sebagai pemasoknya: HCL.
Urgen: Harga Rp13 Juta Buktikan Skala Jaringan
WNA merupakan kaki tangan HCL yang sudah lebih dulu tertangkap secara blak-blakan telah ‘bernyanyi’, mengakui bahwa ia mendapatkan sabu seberat 23 gram dari HCL dengan harga beli mencapai Rp13 Juta.
Angka fantastis!!… ditambah dengan barang bukti sabu 18,77 gram dan uang tunai Rp42 Juta yang disita dari WNA, mengindikasikan bahwa HCL bukanlah pemain ecek-ecek.
Ia adalah bandar besar yang mampu menyuplai barang dalam jumlah signifikan ke pengedar tingkat bawah seperti WNA.
Inilah momen krusial bagi Satuan Reserse Narkoba Polres Bungo. Penangkapan WNA hanyalah permulaan.
Masyarakat telah memberikan clue paling vital; kini, tinggal menunggu kemampuan Satresnarkoba membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu menangkap pengedar kecil, tetapi juga berani menindak tegas bandar kelas kakap.
Tim Liputan Khusus BNP



