Bidiknews Liputan Khusus Indonesia:Jakarta,Indonesia ; Politik menurut teori klasik Aristoteles adalah Usaha yang di tempuh warga negara untuk kebaikan bersama,sedangkan dalam sudut pandang pemerintahan politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik pemerintahan,Namun masyarakat kita lebih memandang Politik lebih kepada suatu usaha untuk meraih maksud dan tujuan.
Sedangkan salah satu bingkai Politik adalah Demokrasi yang mana menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.
Dalam demokrasi ada Demokratis sebuah bentuk kebebasan berpendapat,kebebasan menentukan pilihannya.
Sedangkan Dalam pesta Demokrasi 2024 pemilihan kepala daerah serentak salah satu nya provinsi Lampung beberapa Kabupaten di sinyalir akan ternoda oleh sikap ASN yang tidak netral,salah satu kabupaten tersebut adalah Tanggamus.
17 Juli 2024.
S.Laberta Pengusaha Muda Sukses yang sedang berkarir di Jakarta namun asli putera Gunung Alip ini menjelaskan ” Tanggamus Rawan Netralitas ASN “.
Bagaimana Tanggamus mau Maju jika proses pemilihan nya awalnya saja sudah tidak benar,sebab netralitas ASN itu kunci keberhasilan pemilihan kepala daerah.
Akan menjadi Racun Demokrasi Jika terdapat ASN yang tidak netral,dan ini terjadi di Tanggamus dari periode ke periode.
Logika berpikir sederhana saja di Tanggamus ini yang akan maju bertarung dalam Pilkada 2024 ini antara Moh Saleh Asnawi melawan Dewi Handjayani atau Pendatang Baru VS Petahana.
Pak Haji Saleh itu Pendatang baru di kancah politik Tanggamus walaupun sesungguhnya beliau itu politikus senior dan sukses di pulau jawa dan putera asli Tanggamus melawan Bunda Dewi yang sudah lama berkuasa mewarisi politik sang suami dan bukan pribumi Tanggamus.
Secara penguasaan Bunda Dewi lebih menguasai Tanggamus di banding Pak Haji Saleh,alasan nya sederhana
@ Kuat dan mengakarnya jaringan internal ( Oknum pegawai pemerintahan daerah ( ASN / Honorer )
@ Kuat dan mengakar nya Oknum Camat
@: Kuat dan mengakar nya Oknum Kepala Pekon
@: Lebih menguasai medan tempur.
Yang jika kita perhatikan dari kebiasaan lama para Oknum tersebut akan berjuang mati matian memenangkan Bunda Dewi Handjayani demi mengejar dan mengamankan jabatan itu terjadi setiap perhelatan pilkada sebelumnya.
Jika kita kupas tentang kondisi 5 tahun terakhir Bunda Dewi memimpin sebutkan program mana yang di anggap berhasil dan sukses?
Yang nama nya berhasil itu tidak meninggalkan devisit anggaran yang nama nya sukses itu tidak merugi,faktanya Kondisi Tanggamus Devisit Anggaran.
Harusnya sudah cukuplah Bunda Dewi di Tanggamus ini sebab Bunda Dewi dan keluarga nya 20 tahun berkuasa tidak ada bukti keberhasilan yang bisa di banggakan.
Berbeda dengan Pak Haji Saleh Asnawi,tidak ada maksud mendiskriditkan Bunda Dewi tapi ini berdasarkan sudut pandang.
Pak Haji Saleh,Secara kehidupan sudah lebih dari cukup,sebagai Politikus beliau juga pengusaha sukses di pulau jawa dan secara usia beliau sangat cukup matang,namun
Saya yakin maju nya Pak Haji Saleh sebagai Bupati Tanggamus hanya untuk Beribadah dan Mengabdi kepada Tanah Kelahiran nya.
Jadi sebagai putera Tanggamus asli saya mengajak seluruh masyarakat Tanggamus untuk sama sama memilih bupati Tanggamus kedepan yang benar benar peduli dengan Tanggamus,memikirkan Tanggamus bukan hanya memikirkan Kelompok atau golongan nya saja.
Masyarakat Tanggamus juga sudah cukup cerdas saat ini,apalagi mereka sudah jenuh dan ingin ganti Bupati nya,jangan itu itu aja sebab kami ( masyarakat ) yang merasakan,ingat ada sebuah istilah ” suara rakyat itu suara kebenaran “.
Gambaran sederhana nya begini saja ” jika kita ngontrak rumah apakah kita akan sepenuh nya mengganti atap yang rusak,warna yang kusam dengan uang kita pribadi tentu saja tidak,sebab kita hanya sebatas ngontrak berbeda dengan rumah kita pribadi sedikit apapun kerusakan tentu akan kita pikirkan solusi untuk memperbaiki nya,maksudnya adalah Jangan lagi Tanggamus di berikan pengelolaan nya kepada pendatang Tapi percayakan pengelolaan Tanggamus kepada Putera Asli Tanggamus”.
Jika Bunda Dewi menggunakan slogan, Lanjutkan dengan Mengabdi sepenuh hati,pertanyaan nya adalah Kemaren Kemana aja,kenapa baru sekarang mau mengabdi sepenuh hati? Berarti Kemaren gak sepenuh hati dong?
Point nya adalah:
1: Tanggamus Rawan ASN Tidak Netral
2:Jika ada ASN tidak netral sama saja racun Demokrasi dan Racun harus di buang.
3: 20 tahun keluarga bunda dewi berkuasa kami anggap sudah cukuplah dan waktunya Gantian dulu dalam mengelola Tanggamus.
Menurut kami keberadaan H.Moh Saleh Asnawi sebagai Alarm sekaligus Bom waktu bagi Bunda Dewi Handjayani di Pilkada Tanggamus 2024.
BNP Red – 017



