BIDIKNEWS – INDONESIA// BERITA NASIONAL – JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pemerintah bakal melakukan langkah sistemik untuk memperbaiki aturan hukum yang berlaku dengan menyesuaikan keadaan saat ini.
Menko Bidang Ham Yusril menyatakan dalam hal menghadapi pemberantasan narkotika yang menyerang anak-anak muda Indonesia sebagai korban dari barang haram tersebut. Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto keras terhadap bandar narkotika yang merusak generasi bangsa.
Namun, Presiden Prabowo tidak akan memenjarakan para korban narkotika tapi akan dilatih militer. “Ini kan ada rencana untuk memberikan rehabilitas amnesti kepada anak-anak muda usia produktif,” kata Yusril dalam acara diskusi virtual Forum Insan Cita Pemberantasan Korupsi Kabinet Merah Putih.
Yusril juga menjelaskan bahwa amntesti dilakukan, atas dasar kemanusiaan juga dalam rangka mengurangi overload tahanan di lapas, Diperkirakan sekitar 44.000 orang tahanan yang akan diajukan untuk diberikan amnesti dapat mengurangi 30 % atas overload tahanan di lapas.
Selanjutnya bagi tahanan kasus Narkoba dan Pelanggaran ITE yang berusia produktif akan diberdayakan bertani untuk swasembada pangan dan akan dilatih militer yang nantinya akan dijadikan pasukan Komando cadangan (Komcad -Red).



