Bidiknews liputan khusus : Gisting,Tanggamus,Lampung ; Kerja Keras dan Keringat masyarakat gisting atas blok 20 kecamatan gisting dalam membangun gorong gorong jalan yang seyogyanya untuk umum alhamdulillah berhasil dan sukses.
Pembangunan gorong gorong jalan tersebut murni prakarsa maayarakat blok 20 gisting atas tanpa ada campur tangan pemerintah,terbukti lewat tulisan yang terpampang di sebuah banner.
Namun keberhasilan kebersamaan masyarakat yang perduli dan memiliki niatan baik terhadap pembangunan desa nya harus berakhir sedih,sebab banner yang terpasang harus hilang di maling oknum tak bermoral.
Kenapa harus risih dengan banner tersebut? 20 juni 2024
Suara sumbang masyarakat tiba tiba menyeruak menembus langit langit demokrasi dan ruang publik rakyat.
” Ngopo kudu di copot lah,asal kesinggung yo ndang di bangun,ojo wis di bangun karo masyarakat malah nggawe reang kabeh “/ ngapa harus di copot lah,kalau tersinggung ya cepet di bangun,jangan sudah di bangun masyarakat malah bikin marah semua”.
Warga yang meminta identitas nya di sembunyikan menjelaskan pembangunan gorong gorong jalan ini adalah murni gerakan pemuda dan swadaya masyarakat tidak ada bantuan dari pihak pemerintah manapun.
Sebab gerakan ini adalah bentuk perduli kami akan keselamatan berkendara warga selain itu jika hujan turun aliran air tersumbat yang mengakibatkan air meluap sampai ke jalan.
Yang kami bingung kenapa kok papan banner yang kami pasang di copot aknum yang tidak bertanggung jawab,salah kami apa? Sedangkan tulisan yang terkandung dalam banner tersebut sebuah fakta kebenaran bukan bohong dan terdapat edukasi yang isi nya adalah bahwa jalan akan di buka pada tgl 1 juli 2024 sampai gorong gorong tersebut benar benar kering.
Kalau tidak berbuat ya jangan merusak kalau tidak membantu ya jangan bikin rusuh,membantu tidak,berbuat juga tidak tapi kok bikin ulah yang ujung ujung nya pasti akan ada pemerintahan yang merasa tertuduh dan jika terbukti pasti akan malu.
Apa yang oknum itu lakukan yaitu mengambil banner rakyat tersebut akhirnya mengajak warga dan ruang publik berspekulasi tentang siapa di balik pencurian banner tersebut,apa motiv di balik ini semua dan pemerintahan yang mana yang tidak suka dengan keberadaan banner tersebut,kami yakin semua bisa menganalisa dan mengambil benang merah nya.
Dari pantauan cctv warga terlihat jelas bahwa pada tgl 19 juni 2024 pukul 04: 52 wib dinihari oknum tersebut merusak dan mencuri banner warga,sedangkan banner di pasang sehari sebelum nya jadi usia banner tersebut tidak lah sampai 1×24 jam.
Warga cukup tau saja bahwa jika sebuah gerakan baik dan di informasikan akan membawa pada sikap mental pemerintahan ( oknum ) seperti apa akan terungkap,itu menandakan bahwa ketidak mampuan dalam memimpin baru di kritik sedikit saja sudah kuping tipis,jantung lemah dan akhirnya pusing,emosi dan berbuat di luar nalar serta nurani.
Jika tidak ingin di sindir jangan mencibir,jika tidak ingin di ganggu jangan diam membisu,gaji yang di dapat oleh petugas pemerintahan itu ada dari uang rakyat juga.
Intinya adalah di alam demokrasi seperti sekarang masih saja ada yang berpikiran sempit serta kerdil.
Siapa di balik ini semua biar masyarakat yang menilai ? Wargakah atau pemerintah kah ?
BNP 017.



