BIDIKNEWS – INDONESIA-Program Desa Inklusif dengan Akuntabilitas Sosial, ini adalah dua konsep krusial yang saling melengkapi untuk mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, berkeadilan, dan partisipatif di Indonesia.

Desa inklusif adalah desa yang memastikan setiap warganya, tanpa terkecuali, memiliki hak, kesempatan, dan akses yang sama terhadap sumber daya, partisipasi, dan manfaat pembangunan.

Sementara itu, akuntabilitas sosial adalah mekanisme di mana masyarakat dapat menuntut pertanggungjawaban pemerintah desa dan pihak-pihak terkait atas keputusan, tindakan, dan penggunaan sumber daya publik.

Ketika keduanya bersinergi, terciptalah ekosistem pembangunan desa yang kuat dan partisipatif.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Penguatan Pemerintahan Dan Pembangunan Desa ( P3PD ) pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa Dan Perdesaan Tahun 2025, yang diadakan oleh Kementerian Desa Dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.

Acara yang diadakan selama tiga Hari Senin Tanggal 26 sampai Hari Rabu Tanggal 28 Mei Tahun 2025, bertempat di Hotel Grand Hotel Mercure Harmoni Jakarta, Kepala Desa Dusun Purwobakti Salah Satu dari Enam Orang Kepala Desa di Indonesia raih penghargaan Best Practice Dari Kementerian Desa Republik Indonesia.

Konsep Desa Peraih Best Practice Desa Inklusif dan Sistem Akuntabilitas Sosial dari Selai Pisang dan Perpustakaan menggambarkan inovasi yang luar biasa dalam pembangunan Desa. Ini menunjukkan bagaimana potensi lokal dan fasilitas umum dapat diintegrasikan untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.

Sebelumnya Desa Dusun Purwobakti Kabupaten Bungo Provinsi Jambi yang dipimpin oleh Datin Rio (Sebutan Untuk Seorang Kepala Desa Perempuan – red) “Lenny Maryani, S. Am, Kep” pernah meraih Juara 2 UNESA Village Award Tahun 2024 dalam Lomba Desa Inklusif Tingkat Nasional.

Saat dihubungi oleh awak media BidikNews via Aplikasi Panggilan WhatsApp Datin Leni menyampaikan rasa Terimakasih kepada Kemendes RI, Gubernur Jambi, Bupati Bungo, Dinas PMD , Kecamatan dan khususnya seluruh warga masyarakat Dusun Purwobakti yang turut berpartisipasi bersama memajukan Desa Purwobakti.

“Terimakasih kepada Kemendes RI, Gubernur Jambi, Bupati Bungo, Dinas PMD , Kecamatan dan khususnya seluruh warga masyarakat Dusun Purwobakti yang begitu kompak Ispiratif, kreatif ,inovatif untuk memajukan Desa Purwobakti salah satunya lewat produk usaha pisang sale.” Ucap Datin Leni

” Adanya produk Sale Pisang Khas Dusun Purwo Bhakti dan program Desa Vokasi Purwo Bakti Jenis Keterampilan Pisang Sale. Ini menunjukkan pemanfaatan potensi pisang sebagai produk lokal.” Tutupnya

Selain itu peran perpustakaan Dusun Purwo Bakti juga telah “go Nasional” dan Dusun Purwo Bakti didaulat menjadi narasumber karena gebrakan dan program yang dilaksanakan menjadikan perpustakaan tersebut dikenal.

Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit sistem akuntabilitas sosial yang mendetail, keterlibatan aktif dalam lomba desa inklusif tingkat nasional dan adanya laporan realisasi anggaran yang dipublikasikan menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan partisipasi.

Banyak desa di Indonesia telah menerapkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang didukung oleh Perpustakaan Nasional. Adapun Program ini bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan keterampilan.

Atas pencapaian dan keberhasilan predikat “best practice” dengan inovasi selai pisang dan perpustakaan, sebuah desa, Kementerian Desa membuat buku yang terinspirasi dari Desa Purwobakti Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.

Adapun Buku tersebut berjudul ” KISAH DESA INKLUSIF DARI SELAI PISANG DAN PERPUSTAKAAN”. sungguh inspiratif, semoga kedepannya lebih banyak lagi Desa Desa lainya yang berprestasi di INDONESIA.

Liputan Khusus BNP.008
ROZIKA PUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *