BIDIKNEWS – INDONESIA // MUARA BUNGO, Kamis 28 Agustus 2025 — Warisan infrastruktur peninggalan era Soeharto di Kabupaten Bungo, Jambi, berada di ambang bencana. Dam Tapus, yang disebut-sebut dibangun pada tahun 1972 di Desa Batang Uleh, kini dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan irigasi vital yang mengairi lahan pertanian di tiga kecamatan—Tanah Tumbuh, Tanah Sepenggal, dan sekitarnya—terlihat keropos dan belum pernah direhabilitasi total sejak pembangunannya.
Laporan yang disampaikan oleh perwakilan warga kepada organisasi masyarakat BIDIK menyoroti ancaman serius terhadap ketahanan pangan lokal. Pernyataaan dari Bapak Rozika Putra, Koordinator Wilayah DPP Ormas BIDIK, yang menerima laporan dari perwakilan masyarakat, Eka Bali,
Laporan yang disampaikan warga menggambarkan kekhawatiran yang sangat mendalam. “Sejak dibangun tahun 1972, setahu kami belum pernah ada rehab besar. Hanya saluran tersier saja yang disentuh. Kalau sampai dam ini jebol, bisa habis sawah dan dusun di bawahnya,” ungkap seorang warga Batang Uleh dengan nada prihatin.
Ancaman ini bukan hanya soal kerugian pertanian. Puluhan dusun di hilir sungai juga terancam bahaya banjir bandang jika dam tersebut benar-benar roboh. Situasi ini diperparah dengan aktivitas pembukaan lahan di hulu sungai yang meningkatkan debit air, memberikan tekanan ekstrem pada struktur dam yang sudah tua dan rapuh.
Asta Cita: Harapan di Tengah Ancaman
Ancaman ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal visi nasional. Kondisi Dam Tapus yang memprihatinkan ini berpotensi menghambat implementasi nyata dari “Asta Cita” yang digaungkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, terutama poin krusial tentang swasembada dan ketahanan pangan.
Dam Tapus adalah bukti nyata implementasi ketahanan pangan di tingkat lokal. Keberadaannya menjamin pasokan air yang stabil bagi ribuan hektar lahan sawah dan kebun sayur, memastikan roda perekonomian petani terus berputar. Oleh karena itu, perbaikan dam ini adalah langkah krusial untuk memperkuat fondasi ekonomi bangsa dari sektor pertanian, sejalan dengan komitmen pemerintah pusat.
Seruan Mendesak untuk Aksi Cepat
Mewakili suara ribuan petani, ORMAS BIDIK mengeluarkan seruan mendesak kepada pemerintah pusat dan daerah untuk segera bertindak. Mereka menuntut perhatian serius dari:
• Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
• Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
• Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Provinsi Jambi
• Dinas PUPR dan Dinas Perkim Provinsi Jambi
Mereka berharap agar pemerintah memberikan bantuan segera untuk melakukan Peremajaan dam secara menyeluruh sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko bencana, menjaga keberlanjutan sektor pertanian, dan menjamin kesejahteraan ribuan petani di Kabupaten Bungo. Laporan ini menjadi desakan kuat dari masyarakat yang memohon tindakan nyata dari pemerintah sebelum ancaman ini menjadi kenyataan.
Liputan Khusus BNP.008
