BIDIKNEWS INDONESIA Dumai – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi pemukulan terhadap seorang sopir truk yang nekat melintas di luar jam operasional kendaraan berat menuai beragam reaksi dari masyarakat. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Purnama, Kota Dumai, dan melibatkan oknum pemuda setempat.
Menanggapi kejadian itu, Panglima Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai, Wan Ade Syahputra, angkat bicara. Ia menyayangkan insiden tersebut yang dinilai dapat memperkeruh situasi di tengah upaya menciptakan ketertiban dan rasa aman bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran investasi dan aktivitas industri di Kota Dumai seharusnya memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi kesejahteraan ekonomi maupun rasa aman dan nyaman dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika tidak diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan, justru dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Investasi yang masuk ke Kota Dumai harus menjadi berkah, bukan ancaman. Masyarakat berhak merasakan keamanan dan kenyamanan, terutama saat beraktivitas di jalan raya,” ujar Wan Ade.
Ia juga menyoroti maraknya kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar dalam beberapa waktu terakhir, bahkan hingga merenggut korban jiwa dari kalangan pelajar. Hal ini, menurutnya, harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak, termasuk perusahaan, pengemudi, dan pemerintah.
Terkait insiden pemukulan yang viral, Wan Ade menegaskan bahwa dirinya tidak membenarkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum masyarakat. Namun, di sisi lain, ia juga mengkritik keras sikap sopir yang melanggar aturan jam operasional kendaraan berat yang telah ditetapkan.
“Saya tidak membenarkan aksi pemukulan tersebut. Tapi saya juga tidak membenarkan sopir yang melanggar aturan. Semua pihak harus saling menghormati dan menaati peraturan yang ada,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi. Selain itu, ia juga meminta pihak berwenang agar lebih tegas dalam menegakkan aturan terkait jam operasional kendaraan berat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Penegakan hukum harus tegas dan adil. Jangan sampai masyarakat yang sudah resah justru bertindak sendiri karena merasa aturan tidak dijalankan dengan baik,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Wan Ade berharap adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Dumai.
“Semua pihak harus duduk bersama mencari solusi terbaik. Dumai ini rumah kita bersama, mari kita jaga dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.(Red)
BND.RED -028



