BIDIKNEWS INDONESIA // Kabar Lintas Daerah Bungo JAMBI – Aksi nyata ditunjukkan oleh Camat Muko Muko Bathin VII, Septian Arifin, S.TP., M.M.Tr.IP., saat meninjau langsung lokasi banjir bandang yang mengepung Dusun Pekan Jumat pada Rabu siang (13/05/2026). Tanpa canggung, orang nomor satu di kecamatan tersebut turun langsung berendam ke tengah genangan air setinggi 100 cm guna memastikan keselamatan warga.

​Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 12.50 WIB, debit air terus meningkat akibat curah hujan tinggi yang tidak kunjung reda. Kondisi semakin mencekam setelah dilaporkan sedikitnya lima rumah warga dalam keadaan kritis dan terancam terbawa arus deras.

​”Ketinggian air sudah mencapai sepinggang orang dewasa atau sekitar 100 sentimeter. Fokus utama kami saat ini adalah penyelamatan jiwa. Kami menerima laporan ada 5 rumah yang posisinya sudah sangat mengkhawatirkan karena hantaman arus,” ujar Septian Arifin di sela-sela koordinasi evakuasi.

​Gerak Cepat (Gercep) di Tengah Hujan

​Kehadiran Camat Septian Arifin di titik terdalam banjir menjadi simbol kuat kehadiran pemerintah di tengah kesulitan rakyat. Dengan mengenakan rompi dinas dan payung yang nyaris tak mampu menghalau derasnya hujan, ia memimpin tim untuk mendata kebutuhan darurat dan mengarahkan warga ke titik pengungsian yang lebih aman.

​Langkah responsif ini menuai simpati publik. Di saat warga merasa panik, kehadiran pimpinan yang berani “basah-basahan” di lapangan memberikan ketenangan sekaligus harapan bahwa penanganan bencana dilakukan secara serius dan cepat.

​Meski tim kecamatan dan relawan telah bersiaga, tantangan alam tetap menjadi ancaman utama. Masyarakat diminta untuk segera mengungsi jika tanda-tanda kenaikan air kembali terjadi, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai atau area rendah.

​Upaya yang Sedang Berjalan:
• ​Evakuasi Mandiri & Terpadu: Memindahkan lansia dan anak-anak ke area aman.
• ​Koordinasi Logistik: Pendataan kebutuhan pangan dan obat-obatan untuk korban terdampak.
• ​Pemantauan Debit Air: Tim disiagakan 24 jam untuk memantau titik-titik rawan longsor dan arus liar.

​Ketegasan dan keberanian Camat Muko Muko Bathin VII dalam merespons bencana ini menjadi standar baru kepemimpinan yang melayani. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari pemerintah daerah untuk mitigasi jangka panjang agar tragedi serupa tidak terus berulang.

​[ BIDIKNEWS INDONESIA ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *