BIDIKNEWS INDONESIA – KABAR DAERAH KABUPATEN BUNGO – JAMBI, 21 MEI 2026 – Jagat maya dan ruang percakapan publik di Kabupaten Bungo hari ini dikejutkan oleh beredarnya tangkapan layar (screenshot) pesan WhatsApp salah satu forum grup diskusi online dari seorang warga bernama Rido.
Dalam pesan yang menyebar cepat tersebut, Rido meluapkan kesedihan mendalam atas kondisi sungai Batang Luber di Dusun Lubuk Beringin, Kecamatan Bathin III Ulu, yang mendadak berubah menjadi keruh pekat kecokelatan akibat maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Aduan tersebut langsung memicu simpati luas karena Batang Luber selama ini dikenal sebagai ikon sumber air paling jernih di daerah Rantau Pandan dan sekitarnya. Aliran ini merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat di sedikitnya empat desa untuk kebutuhan domestik, mandi, dan mencuci sehari-hari.
Melalui pesan tersebut, warga secara terbuka menagih komitmen nyata dari Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., M.Kn. Masyarakat kembali menyebarkan video singkat pernyataan bupati yang sempat viral sebelumnya.
Dalam video yang direkam saat sang kepala daerah ikut terjun langsung berenang mandi kedalam sungai lubuk beringin tersebut, Bupati H Dedi menyampaikan pesan tegas “Peringatan Keras Bagi Pemain PETI di Bathin III Ulu” serta larangan keras penggunaan alat berat ekskavator demi menjaga kesucian dan kejernihan air.
Namun, realita di lapangan saat ini justru berbanding terbalik dengan ketegasan yang pernah disuarakan.
”Mohon tolong dan bantu batang air di desa rido bg.. ini satu-satunya yang paling jernih di daerah rantau pandan. Dulu bapak bupati bungo pernah janji untuk melindungi air ini agar jernih selalu. Ada 4 desa yang sangat membutuhkan air ini. Tolong sampaikan pertolongan agar bupati bungo bisa membantu kami,” tulis Rido dalam pesan WhatsApp yang beredar luas.
Ia juga menambahkan rasa sedihnya sebagai putra daerah asli yang melihat ruang hidup tempatnya bersosialisasi kini dirusak oleh mafia emas tanpa ada tindakan tegas.
Ujian Nyata dan Pertaruhan Opini Publik atas Kinerja Pemda
Beredarnya aduan komparatif antara janji video dengan realita lapangan ini menempatkan Pemerintah Daerah Bungo serta Satgas PETI Kabupaten Bungo dalam sorotan tajam publik. Di tengah klaim pemerintah yang menyatakan terus berupaya melakukan pengawasan, mengalirnya lumpur pekat di Lubuk Beringin hari ini menjadi indikator kuat adanya celah pengawasan yang dimanfaatkan oleh para pelaku ilegal.
Publik kini mulai mempertanyakan efektivitas kerja tim penertiban di lapangan. Apakah peringatan keras yang beredar di video di masa lalu itu memiliki taji penegakan hukum yang konkret, ataukah hanya menjadi catatan retorika publik semata?
Kini, bola panas berada di tangan Pemda Bungo dan Satgas PETI. Masyarakat Dusun Lubuk Beringin tidak lagi memerlukan imbauan tertulis atau rapat koordinasi di atas kertas. Yang mereka butuhkan adalah kehadiran nyata aparat penegak hukum di hulu sungai, penindakan alat berat ekskavator tanpa pandang bulu, dan pengembalian hak mendasar warga atas air yang bersih, jernih, dan sehat demi keberlangsungan masa depan anak cucu mereka.
[ BIDIKNEWS INDONESIA ]
