BIDIKNEWS – INDONESIA // Kabar Daerah Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat – Kamis 26 Maret 2026, Laporan tim investigasi media BIDIKNEWS wilayah Sumatera Barat mengungkap fakta mencengangkan terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian liar di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten 50 Kota. Aktivitas ilegal yang diduga dikomandoi oleh bos mafia tambang berinisial ME ini dilaporkan kembali beroperasi penuh, seolah menantang supremasi hukum di tanah Minang.
Surat Terbuka untuk Kapolres 50 Kota
Ketidakberdayaan Polsek Kapur IX dalam menindak alat berat ilegal yang merusak aliran sungai di Nagari Galugua memicu mosi tidak percaya dari masyarakat. Oleh karena itu, publik kini menaruh harapan besar di pundak Kapolres Kabupaten 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H.
Masyarakat mendesak Kapolres untuk segera mengerahkan tim Satreskrim guna melakukan penggerebekan dan penyitaan alat berat di lokasi. Keberanian AKBP Syaiful Wachid sangat dinanti untuk membuktikan bahwa Kepolisian Resor 50 Kota tidak berkompromi dengan perusak lingkungan, meski di belakangnya berdiri sosok “bos” yang merasa kebal hukum.
Skandal “kebal hukum” di Kapur IX ini juga telah sampai pada titik di mana intervensi tingkat tinggi diperlukan. Kami memohon perhatian khusus dari Kapolda Sumatera Barat, Irjen. Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA.
Sebagai jenderal yang dikenal berintegritas, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta diharapkan segera memerintahkan jajaran Ditreskrimsus Polda Sumbar untuk turun ke lapangan. Mengingat adanya dugaan “pembiaran” di tingkat bawah, masyarakat meminta Kapolda mengevaluasi kinerja personel yang diduga menutup mata terhadap eksploitasi alam ilegal ini.
Aktivitas PETI bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga ancaman nyata bagi ekosistem sungai dan masa depan warga Galugua. Bukti visual operasional alat berat sudah terang benderang. Jika aparat masih bergeming, maka patut dipertanyakan: Siapakah yang sebenarnya memegang kendali hukum di Kabupaten 50 Kota?
”Hukum harus tegak setegak-tegaknya. Jangan biarkan mafia tambang mengangkangi kedaulatan negara di depan mata masyarakat yang tertindas.” — Tim Investigasi BIDIKNEWS.
Red: Sahrul
Laporan Tim Investigasi Media BIDIKNEWS Sumatera Barat



