JAMBI, BIDIKNEWS – Kamis; 26 Maret 2026, Tabir gelap mengenai kepemilikan alat berat di wilayah pertambangan emas tanpa izin (PETI) atau perkebunan di wilayah Jambi mulai terkuak.
Berdasarkan penelusuran tim investigasi melalui bukti percakapan singkat, terindikasi adanya keterlibatan oknum Bupati dalam pengoperasian puluhan unit ekskavator dengan modus “pinjam nama”.
Dalam tangkapan layar percakapan yang dihimpun tim BIDIKNEWS, sumber informasi yang disebut sebagai ‘Prabu’ mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 10 unit ekskavator yang beroperasi di wilayah Batu Kerbau dan sekitarnya.
Alat-alat tersebut diduga kuat milik Bupati, namun secara administratif didaftarkan atas nama pihak lain untuk menghindari deteksi hukum.
”Bupati ada alat di dalam, cuma di atas namakan orang. Ada sekitar 10 unit,” ungkap sumber dalam percakapan tersebut.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh awak media melalui pesan singkat mengenai apakah Wakil Bupati (Wabup) juga ikut bermain dalam bisnis alat berat PETI tersebut, sumber informasi dengan tegas memberikan jawaban negatif “Wabup ada gak Prabu?” tanya awak media dalam percakapan itu.
Sumber informasi memberikan indikasi bahwa fokus kepemilikan alat berat tersebut mengarah pada Bupati, sementara pihak Wakil Bupati tidak terlibat dalam aktivitas tersebut.
Medan Ekstrem: Ratusan Alat Berat Terisolasi
Total alat berat yang berada di lokasi tersebut diduga mencapai ratusan unit. Namun, lokasi operasionalnya berada di titik yang sangat sulit dijangkau, sehingga pengawasan dari aparat penegak hukum menjadi tantangan besar.
Data lapangan menunjukkan bahwa lokasi titik alat berat beroperasi:
• Tidak bisa ditempuh dengan sepeda motor.
• Hanya bisa diakses menggunakan alat berat.
• Membutuhkan waktu perjalanan 2 hari 2 malam untuk sampai ke titik lokasi.
Kondisi medan yang terisolasi ini disinyalir menjadi alasan utama mengapa praktik ini tetap bertahan, sekaligus menjadi “benteng” bagi para pemilik modal yang diduga melibatkan pejabat publik.
Hingga berita ditayangkan Redaksi BIDIKNEWS belum dapat menghubungi konfirmasi ajudan atau pihak pihak terkait akses ke Bupati Bungo.
Tim BIDIKNEWS akan terus melakukan penelusuran lebih dalam terkait siapa saja nama-nama yang digunakan sebagai tameng kepemilikan alat berat ini dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan di wilayah Batu Kerbau.
(Tim Investigasi BIDIKNEWS – BNP)
